Sabtu, 19 Juli 2014



SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENCAHAYAAN
INSTALASI MEDIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAPRICA
Riza Alfita
Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura
E-Mail: riza_alfita@mti.ugm.ac.id
Abstrak
Metode PAPRIKA adalah suatu metode yang digunakan untuk sistem pendukung keputusan multi-kriteria (MCDM) atau analisis conjoint berdasarkan preferensi dengan menggunakan peringkat alternatif. Sehingga, hasil dari program tersebut tergantung pada jumlah kriteria dan kategori, jumlah kriteria berpasangan dari semua alternatif yang mungkin berpotensi dijadikan suatu keputusan adalah kriteria yang mempunyai bobot terbesar setelah dihitung menggunakan matrik berpasangan. Pedoman pencahayaan di rumah sakit sudah lama diharapkan, karena pencahayaan merupakan salah satu parameter kesehatan lingkungan rumah sakit yang harus memenuhi persyaratan dan nilai tertentu, dari aplikasi yang telah dirancang maka dapat disimpulkan bahwa program tersebut telah dapat diaplikasikan untuk menghitung besarnya intensitas cahaya yang dibutuhkan di rumah sakit. Pedoman pencahayaan di rumah sakit sudah lama diharapkan, karena pencahayaan merupakan salah satu parameter kesehatan lingkungan rumah sakit yang harus memenuhi persyaratan dan nilai tertentu. Pencahayaan yang kurang dapat mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit dan dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan.
Kata kunci: PAPRIKA, Multi Criteria Decision Making
Abstract
PAPRIKA is a method used for decision support system of multi-criteria (MCDM) or conjoint analysis of preference based decision making using alternative ranking. thus, the results of the program depends on the number of criteria and categories, the number of pairs of all the alternative criteria that may potentially be used as a decision criterion is to have the greatest weight as calculated using pairwise matrix. Guidelines for lighting in hospitals has long been expected, because the lighting is one of the health parameters hospital environment must meet certain requirements and value, of the applications that have been designed, it can be concluded that the program has to be applied to calculate the intensity of light needed at hospital. Guidelines for lighting in hospitals has long been expected, because the lighting is one of the health parameters hospital environment must meet certain requirements and values. Less lighting can disrupt health services in hospitals and can cause disruption to health.
Key words: PAPRIKA, Multi Criteria, Decision Making


PENDAHULUAN
Pedoman pencahayaan di rumah sakit sudah lama diharapkan, karena pencahayaan merupakan salah satu parameter kesehatan lingkungan rumah sakit yang harus memenuhi persyaratan dan nilai tertentu
Pencahayaan yang kurang dapat mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit dan dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan.
Kriteria yang terdapat dalam penelitian ini didasarkan atas pertimbangan norma-norma kesehatan lingkungan rumah sakit dan hospital engineering, dengan demikian diharapkan bila kriteria pencahayaan di rumah sakit diterapkan dan dipenuhi oleh pengelola rumah sakit akan dapat memperlancar dan meningkatkan pelayanan rumah sakit dan menambah citra rumah sakit dari segi kualitas lingkungan sebagai tempat yang nyaman, terang dan aman.[1]
Pencahayaan di rumah sakit pada umumnya menggunakan sumber listrik yang berasal dari PLN atau pembangkit tenaga listrik yang dimiliki oleh rumah sakit. Sistem pencahayaan harus dipilih dan mudah penggunaannya, efektif, nyaman untuk penglihatan, tidak menghambat kelancaran kegiatan, tidak mengganggu kesehatan terutama dalam ruang-ruang tertentu dan menggunakan energi seminimal mungkin.
Indonesia telah memiliki standart audit energi pada bangunan gedung yaitu SNI 03¬ 6196-2000. Standart prosedur audit energi bangunan gedung memuat prosedur audit energi yang diperuntukkan bagi semua pihak yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengelolaan gedung. Bangunan gedung disini mencakup perkantoran, hotel, pertokoan, rumah sakit, apartemen, dan rumah tinggal. Pada Standart prosedur audit energi bangunan gedung didefinisikan sebagai teknik yang dipakai untuk menghitung besarnya konsumsi energi pada bangunan gedung dan mengenali cara-cara untuk pengehamatannya.
Praktek pelaksanaan dilapangan, banyak sekali bangunan yang tidak siap untuk diaudit, dalam arti tidak menyediakan/sulit menyediakan kelengkapan-kelengkapan data dasar yang dibutuhkan untuk pelaksanaan teknis audit terarsipkan (misalnya karena data instalasi listrik as built drawing tidak ada

karena tidak terasipkan secara lengkap dan lain-lain), dan hal-hal yang terkait manajemen energi pada bangunan gedung tersebut.
Melihat kondisi tersebut, maka diperlukan adanya sistem pendukung keputusan pemilihan pencahayaan yang sesuai dengan kondisi instalasi medik di rumah sakit.
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah
- Membuat aplikasi sistem pendukung keputusan pencahayaan menggunakan metode PAPRICA.
- Membuat aplikasi perhitungan Iluminasi
berdasarkan        standart               Departemen
Kesehatan RI dan SNI 03-6196-2000.
TINJAUAN PUSTAKA
Audit Energi Listrik
Standart prosedur audit energi pada bangunan gedung rumah sakit ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengelolaan bangunan gedung rumah sakit dalam rangka peningkatan efisiensi penggunaan energi dan menekan biaya energi tanpa harus mengurangi kualitas kinerjanya. Audit energi bertujuan mengetahui "Potret Penggunaan Energi" dan mencari upaya peningkatan efisiensi penggunaan energi. Pembahasan audit energi meliputi : prosedur audit energi, audit energi awal, audit energi rinci, identifikasi peluang hemat energi, analisis peluang hemat energi, laporan dan rekomendasi.[2]
Konsumsi energi listrik disuatu Rumah Sakit harus dipikirkan sejak perencanaan dan merupakan hasil pemikiran dari perencana, pemilik dan pelaksana. Perencanaan sebuah bangunan termasuk konsumsi energi listrik memperhatikan pula perkembangan kebutuhan pada masa yang akan datang. Akibat keterbatasan dana dan aspek sosial yang lain, segala aspek perencanaan tidak dapat dilaksanakan oleh pemilik maupun pelaksana. Tidak sesuainya perencanaan dengan pelaksanaan perlu adanya evaluasi agar dapat menggunakan energi listrik seefisien mungkin sehingga biaya operasional dapat ditekan serendah-rendahnya. Evaluasi pemakaian energi listrik merupakan penelitian secara menyeluruh dari aspek historis dan aspek pengukuran di lapangan mengenai peralatan


dan konsumsi energi listrik yang dikenal dengan audit energi. Audit energi ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat pemakaian energi listrik, sehingga dapat diketahui efisien dan tidaknya konsumen dalam pemakaian energi listrik dan diketahui peluang penghematan yang dapat dilaksanakan.

Gambar 1. Bagan Alur Audit Energi dan
Implementasi (SNI 03- 6196-2000)
Penelitian tentang audit energi yang akan dilaksanakan di Departemen Kesehatan RI dilakukan dengan mengikuti prosedur audit energi Standar Nasional Indonesia (SNI 03- 6196–2000). Parameter IKE (Intensitas Konsumsi Energi) menggunakan Pedoman Pelaksanaan Konservasi Energi dan Pengawasan di lingkungan Departemen Kesehatan RI sebagai tolak ukur tingkat pemakaian energi listrik. Proses audit energi meliputi audit awal, audit rinci, implementasi dan peluang hemat energi.
Decision Support System
Definisi DSS menunjukkan DSS sebagai sebuah sistem yang dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan manajerial dalam situasi keputusan semi terstruktur. DSS dimaksudkan untuk menjadi

alat bantu bagi para pengambil keputusan untuk memperluas kapabilitas mereka, namun tidak untuk menggantikan penilaian. DSS ditujukan untuk keputusan-keputusan yang memerlukan penilaian atau pada keputusan-keputusan yang sama sekali tidak dapat didukung oleh algoritma.
Komponen-komponen DSS[3]
- Subsistem Manajeman Data
Subsistem manajeman data Memasukkan satu database yang berisi data yang relevan untuk situasi dan dikelola oleh perangkat lunak yang disebut sistem manajemen database (DBMS). Subsistem manajemen data dapat diinterkoneksikan dengan data warehouse, suatu data yang relevan untuk pengambil keputusan. Biasanya data disimpan atau diakses via server web database
- Subsistem Manajemen Model.
Merupakan paket perangkat lunak yang memasukkan model keuangan, statistik, ilmu manajemen atau model kuantitatif lainnya yang memberikan kapabilitas analitik dan manajemen perangkat lunak yang tepat. Bahasa pemodelan untuk membangun model-model kustom yang dimasukkan. Perangkat lunak ini sering disebut sistem manajeman basis model (MBMS) komponen ini dapat dikoneksikan ke penyimpnan yang ada pada model.
- Subsistem Antarmuka Pengguna.
Pengguna berkomunikasi dengan dan memerintahkan DSS melalui subsistem ini.
Pengguna            adalah   bagian   yang
dipertimbangkan dari sistem. Para peneliti menegaskan bahwa beberapa kontribusi unik dari DSS berasal dari interaksi yang intensif antara komputer dan pembuat keputusan.
- Subsistem         Manajemen        Berbasis
Pengetahuan.
Subsistem ini dapat mendukung semua subsistem lain atau bertindak sebagai suatu komponen independent. Ia memberikan intelligensi untuk memperbesar pengetahuan si pengambil keputusan
METODE PAPRIKA
Metode paprika adalah suatu metode yang digunakan untuk pengambil keputusan multi
kriteria/multicriteria        decision               making
(MCDM) atau analisis conjoint berdasarkan
keputusan-keputusan      preferensi            yang




Gambar 3. Capture Jenis Penerangan

Gambar 4. Capture Hasil Perhitungan Matrik Berpasangan Dengan Metode PAPRIKA
A3+B3+C3+D3+E3 > A3+B3+C3+D3+E2 > A3+B3+C3+D2+E3 > A3+B3+C2+D3+E3
Dari perhitungan perbandaingan matrik pada program diatas maka dapat disimpulkan bahwa sistem penerangan yang dapat digunakan adalah kriteria yang mempunyai nilai terbesar
Use Case

Gambar 3. Use Case Diagram

KESIMPULAN
1.            Aplikasi yang telah dibuat dapat digunakan sebagai sistem pendukung keputusan pemilihan peralatan penerangan yang sesuai dengan standart Departemen Kesehatan RI.
2.            Aplikasi tersebut telah dapat diaplikasikan untuk menghitung Illuminasi yang dibutuhkan dalam instalasi medik rumah sakit
3.            Metode PAPRIKA dapat digunakan sebagai salah satu metode untuk sistem pendukung keputusan
SARAN
1.            Perlu adanya kajian lebih lanjut mengenai kehandalan metode PAPRIKA
2.            Aplikasi yang      dibuat    perlu
ditambahkan kriteria yang lebih spesifik
DAFTAR PUSTAKA
[1]          Wasisto, Broto. Pedoman Pencahayaan Di Rumah Sakit. Jakarta : Departemen Kesehatan Republik Indonesia.
[2]          Endro, Herman. Teknik Penghematan Energi Pada Sistem Pencahayaan. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional. 2003.
[3]          Turban, Efraim. Decision Support System and Intelligent Systems. Yogyakarta : Andi Publisher. 2005
[4]          Audit Energi dan Implementasi (SNI 03- 6196-2000)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar